AGAR SUKSES BEKERJA DENGAN ORANG SULIT
Adakah orang sulit di lingkungan Anda ? Seperti apakah orang tersebut. Anda sendirilah yang tahu. Ya, memang orang sulit kadang sering hadir dalam sebuah tim kerja . Dan memang tidak ada jaminan bahwa bos anda, rekan-rekan anda, atau bawahan anda adalah orang-orang yang gampang diajak bekerja sama . Kepuasan kerja sampai batas-batas tertentu dipengaruhi oleh perasaan nyaman kita terhadap mereka dengan siapa kita sering kontak dan seberapa besar atau seberapa kurang kita menyukai mereka tentang kapasitas kerjanya (kompetensinya, sikap fairnya, gayanya) dan sebagai individu (kepribadian dan atribut-atribut lain yang membuat kita menyukai atau tidak menyukai). Malah situasi demikian berakibat, sebagian orang meninggalkan posisi mereka pertama-tama karena budaya dan iklim organisasi ketimbang pekerjaan itu sendiri, kompensasinya, tantangannya, atau peluang-peluangnya untuk berkembang.
Nah petanyaannya seberapa jauh Anda mampu menyesuaikan jalan pikiran Anda atau
Tipe-tipe kolega yang sulit begini perlu Anda hadapi dengan kiat-kiat ala Sigmund G. Ginsburg berikut. Untuk itu Anda simak !!!!!!!!!!
Lakukan pendekatan dengan bicara langsung tentang masalah-masalah profesional sangat dianjurkan, kalau perlu dengan perantaraan rekan kolega lain atau atasan Anda.
Jika kebetulan rekan kerja adalah seseorang di unit lain, Atasan Anda mungkin perlu dilibatkan. Hal-hal yang diangkat adalah, “Pendekatan Anda, posisi Anda,
Jika masalah bersifat personal ketimbang menyangkut aspek kerja, Anda harus menggunakan segala cara pendekatan yang Anda rasa enak dalam menunjukan kepada seseorang bahwa tindakan-tindakannya menyebabkan Anda tidak enak dan cemas, dan tanyakanlah,”Bagaiman caranya kita dapat menyelesaikan hal ini ?.
Tindakan lain yagn patut Anda ambil termasuk membicarakan dengan SDM tentang bagaimana Anda harus menghadapi orang semacam itu atau bicarakan dengan pimpinan Anda.
Tunjukan kepedulian Anda, bagaimana Anda secara bersama-sama mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan.
Jika tidak ada hasilnya, Anda dapat mempertimbangkan untuk pergi ke bos pimpinan Anda, tetapi ini merupakan langkah yang berbahaya, langkah terakhir, karena bisa membuat situasi lebih buruk dengan atasan Anda. Tetapi, terkadang atasan yang lebih tinggi dapat membantu melicinkan jalan atau mengatur pemindahan.
Akhirnya pertimbangkan untuk minta pindah ke unit lain di lingkungan organisasi atau Anda berusaha mencari tempat kerja lain. Ini diandaikan jika situasinya sudah tak dapat ditolerir lagi dan hubungan tidak dapat diperbaiki. Semua pendekatan harus menunjukan aspek perilaku profesional. Jika konseling dan pelatihan diperlukan maka bagian SDM dapat membantu banyak.
Ehm.... jika Anda kebetulan sebagai boss maka Anda dapat menindaklanjutinya untuk melihat bahwa memang ada perbaikan dan jika tidak ada, serta sesuai dengan prosedur organisasi Anda, beberapa tindakan disipliner perlu diberlakukan yaitu peringatan, skorsing, pemindahan ke unit lain, atau permintaan mengundurkan diri dari pihak bawahan.
Pada dasarnya, menghadapi orang sulit, Anda perlu berpikir objektif dan tidak emosional apakah si individu memang sulit atau seberapa jauh Anda atau kondisi yang berada di luar kekuasaan si individu yang menyebabkan sikap sulit tersebut. Selanjutnya, apakah situasinya memang cukup sulit sehingga Anda perlu mengatasinya berhadap-hadapan dengan cara-cara seperti dianjurkan tadi atau melalui penyesuaian dan pemikiran kembali di pihak Anda sendiri.
Moga-moga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar